Back to Blog
Part 5 of 6 2026-06-13 6 min read

Commit, Push, Repeat: Part 5 — Dari Developer ke Cybersecurity: Tools Otomatis & NASA LoR

Cybersecurity Automation Mindset Reflections

Setelah teman-teman gue selesai dari kantor, gue mencari tantangan baru untuk mengisi waktu luang gue agar lebih produktif. Gue butuh sesuatu yang bisa mengasah otak dan menantang skill programming gue. Pilihan itu akhirnya jatuh ke dunia Cybersecurity (CySec).

Belajar Kilat & Vuln Pertama

Gue mulai bergabung ke komunitas-komunitas cysec lokal melalui teman-teman gue. Awalnya gue cuma menyimak obrolan mereka, berdiskusi, dan bertanya tentang dasar-dasar keamanan web. Dari diskusi-diskusi santai itu, pelan-pelan gue mulai paham pola-pola eksploitasi celah keamanan.

Teman-teman di komunitas bilang gue belajarnya sangat cepat. Dan itu terbukti nyata: baru sekitar 2 sampai 3 hari gue terjun ke dunia cysec, gue berhasil menemukan kerentanan valid dan langsung mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Bantul! Penemuan awal ini langsung menyulut rasa penasaran gue untuk mencari celah yang lebih besar lagi.

Dalam beberapa hari berikutnya, sertifikat dan rekognisi valid mulai berdatangan satu per satu. Mulai dari Detikcom, disusul oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lalu BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika). Tapi target utama gue ada di tingkat global.

Mengejar LoR NASA: Mengganti Cara Manual dengan Tools Otomatis

Di dunia cybersecurity, NASA Letter of Recognition (LoR) adalah salah satu pencapaian yang paling diincar oleh para pencari bug (bug hunter). Banyak orang yang sudah bertahun-tahun di dunia ini belum tentu berhasil mendapatkannya.

Awalnya, teman-teman gue mengajarkan cara mencari celah di subdomain NASA menggunakan cara manual. Namun, menurut gue, cara itu sangat melelahkan dan memakan banyak waktu. Gue kan punya pekerjaan harian di kantor travel, nggak mungkin gue nongkrongin monitor berjam-jam hanya untuk mengecek subdomain satu per satu secara manual.

Di sinilah keunggulan gue sebagai programmer bermain. Gue pikir, "Daripada gue capek manual, kenapa nggak gue bikin tools otomatis yang mencari celah itu buat gue?"

Berbekal skill programming gue, gue mulai men-develop tools pemindai otomatis (yang kemudian gue rilis dengan nama BLH-hunter). Tools ini gue rancang untuk melakukan scanning subdomain target, memetakan aset, dan mendeteksi celah kerentanan secara masal dan cepat saat gue sedang bekerja atau tidur.

Hasilnya luar biasa gila. Hanya dalam waktu 2 minggu sejak gue mulai belajar cybersecurity, tools buatan gue berhasil menemukan beberapa celah keamanan yang valid di sistem NASA! Gue langsung mengirimkan laporan resmi ke tim security NASA, laporan gue diterima, dan gue sukses mendapatkan NASA Letter of Recognition resmi di usia 17 tahun.

Yang paling membahagiakan adalah, celah valid tersebut tidak hanya gue pakai untuk diri sendiri. Sebagai bentuk balas jasa kepada teman gue yang sudah mengundang dan mengenalkan gue ke dunia cysec, gue memberikan salah satu bug NASA valid hasil temuan tools gue agar dia juga bisa mendapatkan rekognisi dari NASA. Solidaritas dan berbagi itu penting, baik di coding maupun di hacking.

Aku Bukan Anak Ajaib

Buku perjalanan gue, COMMIT, PUSH, REPEAT, berakhir di titik ini. Tapi cerita hidup gue jelas belum selesai. Saat gue melihat ke belakang, dari troubleshoot game bajakan di ThinkPad lemot, hingga mendapatkan rekognisi keamanan dari NASA di usia 17 tahun, semuanya terasa tidak masuk akal.

Tapi gue ulangi sekali lagi di paragraf terakhir ini: Gue bukan anak ajaib.

Gue tidak terlahir jenius. Gue cuma anak biasa dari Jakarta yang menolak untuk berhenti. Ketika cara manual terlalu lambat, gue bikin program. Ketika sekolah formal terlalu lambat, gue belajar sendiri di kamar. Setiap kegagalan, dari project Laravel yang hancur hingga drama sekolah, adalah pelajaran berharga yang mengasah insting problem solving gue.

Untuk kamu yang sedang membaca tulisan ini: jangan pernah takut memulai dari titik terbawah. Selalu ada cara selagi kamu punya niat yang keras kepala.

Tutup halaman ini dan mulailah menulis ceritamu sendiri.

Commit. Push. Repeat.